NGAWI,BUSERJATIM.COM – Polemik terkait penyaluran dan pemberian dana Program Indonesia Pintar (PIP) tengah menghangat di Kabupaten Ngawi. Data dari sejumlah SMK Negeri menunjukkan ketidaksesuaian antara jumlah dana yang disalurkan dengan yang diberikan kepada siswa. Publik pun bertanya-tanya: ada apa dengan dana PIP ini?
Dalam Program Indonesia Pintar (PIP), pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan langsung kepada siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin. Dana ini ditujukan untuk mencegah putus sekolah dan mendukung keberlangsungan pendidikan.
Namun, di lapangan, terjadi selisih signifikan antara dana yang disalurkan pemerintah pusat dan yang diterima siswa. Misalnya, di SMKN 1 Ngawi, pada tahun 2024 disalurkan dana sebesar Rp773.100.000 untuk 552 siswa. Namun, yang benar-benar diterima siswa hanya sebesar Rp381.600.000 untuk 282 siswa. Sisanya diberikan melalui dua skema lain: aktifasi nominasi dan relaksasi. Tapi totalnya pun masih belum menjelaskan selisih secara jelas.
Hal serupa juga terlihat di SMKN 2 Ngawi, yang menerima dana Rp1.394.100.000 untuk 924 siswa di tahun 2024. Namun hanya Rp589.500.000 diberikan langsung kepada 442 siswa. Sisanya didistribusikan dalam bentuk aktifasi nominasi dan relaksasi, dengan angka yang tetap menimbulkan pertanyaan tentang mekanisme dan pemilahan penerima.
Fenomena ini tak hanya terjadi di satu-dua sekolah, tetapi hampir di seluruh SMK Negeri di wilayah Ngawi, termasuk SMKN 1 Gerih, SMKN 1 Kendal, SMKN 1 Paron, hingga SMKN 1 Sine. Di beberapa sekolah bahkan terlihat bahwa relaksasi mendominasi proses pemberian, sementara data realisasi penyaluran tidak mencerminkan jumlah siswa yang menerima secara langsung.
SMKN NEGRI 1 NGAWI
(2023)
Di salurkan :558 siswa Dana 438.000.000
Pemberian : 223 siswa Dana 186.500.000
Pemberian dari aktifasi nominasi :220 siswa 182.000.000
Pemberian relaksasi :115 siswa 69.500.000
(2024)
Di salurkan :552 siswa Dana 773.100.000
Pemberian : 282 siswa Dana 381.600.000
Pemberian dari aktifasi nominasi :224 siswa Dana 362.700.000
Pemberian relaksasi :16 siswa Dana 28.800.000
SMKN 2 NGAWI
(2023)
Di salurkan :742 siswa Dana 599.000.000
Pemberian : 340 siswa Dana 302.000.000
Pemberian dari aktifasi nominasi :198 siswa Dana 141.000.000
Pemberian relaksasi :204 siswa Dana 156.000.000
(2024)
Di salurkan :924 siswa Dana 1.394.100.000
Pemberian : 442 siswa Dana 589.500.000
Pemberian dari aktifasi nominasi :402 siswa Dana 687.600.000
Pemberian relaksasi :80 siswa Dana 117.000.000
SMKN 1 GERIH
(2023)
Di salurkan :179 siswa Dana 147.500.000
Pemberian : 70 siswa Dana 53.000.000
Pemberian dari aktifasi nominasi :69 siswa Dana 60.500.000
Pemberian relaksasi :42 siswa Dana 34.000.000
(2024)
Di salurkan :268 siswa Dana 408.600.000
Pemberian : 105 siswa Dana 138.600.000
Pemberian dari aktifasi nominasi :98 siswa Dana 160.200.000
Pemberian relaksasi :65 siswa Dana 109.800.000
SMKN 1 KENDAL
(2023)
Di salurkan : 139 siswa Dana 125.100.000
Pemberian : 139 siswa Dana 125.100.000
Pemberian dari aktifasi nominasi : 0 siswa Dana 0
Pemberian relaksasi : 0 siswa Dana 0
(2024)
Di salurkan : 500 siswa Dana 785.700.000
Pemberian : 152 siswa Dana 206.100.000
Pemberian dari aktifasi nominasi : 247 siswa Dana 398.700.000
Pemberian relaksasi :101 siswa Dana 180.900.000
SMKN 1 PARON
(2023)
Di salurkan :622 siswa Dana 491.000.000
Pemberian : 220 siswa Dana 187.000.000
Pemberian dari aktifasi nominasi :262 siswa Dana 219.000.000
Pemberian relaksasi :140 siswa Dana 89.000.000
(2024)
Di salurkan :852 siswa Dana 1.301.400.000
Pemberian : 415 siswa Dana 571.500.000
Pemberian dari aktifasi nominasi :324 siswa Dana 541.800.000
Pemberian relaksasi :133 siswa Dana 188.100.000
SMKN 1 PITU
(2023)
Di salurkan :236 siswa Dana 189.500.00p
Pemberian : 102siswa Dana 87.000.000
Pemberian dari aktifasi nominasi : 29 siswa Dana 14.500.00p
Pemberian relaksasi :105 siswa Dana 88.000.000
(2024)
Di salurkan :332 siswa Dana504. 900.000
Pemberian :157 siswa Dana 213.300.000
Pemberian dari aktifasi nominasi :143 siswa Dana 240.300.000
Pemberian relaksasi : 32 siswa Dana 51.300.000
SMKN 1 KASREMAN
(2023)
Di salurkan : 381 siswa Dana 304.000.00p
Pemberian :171 siswa Dana 135.500.000
Pemberian dari aktifasi nominasi : 175siswa Dana 133.500.000
Pemberian relaksasi :35 siswa Dana 35.000.000
(2024)
Di salurkan : 639siswa Dana 969.300.000
Pemberian : 175siswa Dana 207.900.000
Pemberian dari aktifasi nominasi :429 siswa Dana 713.700.000
Pemberian relaksasi : 35 siswa Dana 47.700.000
SMKN 1 KARANGANYAR
(2023)
Di salurkan : 486 siswa Dana 386.000.000
Pemberian : 205 siswa Dana 155.500.000
Pemberian dari aktifasi nominasi :182 siswa Dana 141.500.000
Pemberian relaksasi :99 siswa Dana 89. 000.000
(2024)
Di salurkan :599 siswa Dana 948.600.000
Pemberian : 222 siswa Dana 291.600.000
Pemberian dari aktifasi nominasi : 306siswa Dana 550.800.00
Pemberian relaksasi : 71 siswa Dana 106.200.000
SMKN 1 SINE
(2023)
Di salurkan : 325 siswa Dana 239.500.00p
Pemberian : 134 siswa Dana 102.500.000
Pemberian dari aktifasi nominasi : 65 siswa Dana 32.500.000
Pemberian relaksasi : 126 siswa Dana 104.500.000
(2024)
Di salurkan : 609 siswa Dana 978.300.000
Pemberian : 161 siswa Dana 232.200.000
Pemberian dari aktifasi nominasi : 338 siswa Dana 567.900.000
Pemberian relaksasi : 110 siswa Dana 178.200.000
SMKN 1 GENENG
(2023)
Di salurkan : 607 siswa Dana 511.500.000
Pemberian : 275 siswa Dana 213.500.000
Pemberian dari aktifasi nominasi : 190 siswa Dana 166.000.00
Pemberian relaksasi : 142 siswa Dana 132.000.000
(2024)
Di salurkan :754 siswa Dana 1.116.000.000
Pemberian : 349 siswa Dana 468.900.00p
Pemberian dari aktifasi nominasi : 336 siswa Dana 568.800.000
Pemberian relaksasi :69 siswa Dana 78.300.000
Apa Itu Dana PIP?
Berdasarkan Permendikbud No. 10 Tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar:
Dana PIP diberikan kepada siswa SD, SMP, dan SMA/SMK yang berasal dari keluarga tidak mampu (termasuk penerima KIP, PKH, DTKS, dan lainnya).
Dana ditransfer langsung ke rekening siswa.
Sekolah hanya bertugas memverifikasi data siswa penerima dan mendampingi proses aktivasi rekening.
Terdapat dua skema tambahan: Aktivasi Nominasi (siswa yang sudah masuk daftar namun belum menerima dana), dan Relaksasi (untuk siswa yang tidak terdata namun layak dibantu).
Pertanyaan Publik
Permasalahan yang kini muncul adalah:
Apakah seluruh siswa yang layak benar-benar menerima dana secara utuh?
Mengapa selisih antara dana disalurkan dan yang diberikan cukup besar?
Apakah kepala sekolah dan pengelola PIP di setiap SMK telah menjalankan fungsi sesuai regulasi?
Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya menyatakan kebingungannya. “Anak saya katanya dapat, tapi sampai sekarang belum jelas kapan cairnya dan bagaimana cara ngambilnya. Sekolah juga bilang masih menunggu.”
Di sisi lain, beberapa kepala sekolah mengaku bahwa proses pencairan tergantung aktivasi dari pusat dan kerja sama dengan bank penyalur. Tapi, publik menuntut transparansi lebih.
Tuntutan Transparansi dan Audit
Pihak masyarakat dan pemerhati pendidikan di Ngawi mendorong adanya audit dana PIP di semua SMK Negeri, terutama untuk memastikan tidak ada potensi penyalahgunaan. Selain itu, disarankan agar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Inspektorat turun tangan langsung untuk menyelidiki lebih lanjut.
red/tim






