TABANAN, BUSERJATIM.COM–
Selasa, 12 September 2023
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tabanan mengadakan kegiatan penutupan Program Rehabilitasi Sosial Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan LAPAS TABANAN 2023. Kegiatan dilaksanakan di Aula Candra Prabhawa pada Selasa, 12 September 2023.
Kegiatan penutupan program rehabilitasi sosial bagi warga binaan pemasyarakatan lapas Tabanan dihadiri oleh Kanwil Kemenkumham Bali Anggiat Napitupulu, S.S., M.S.i., Kadiv Pemasyarakatan Gungun Gunawan, Kalapas Tabanan Heri Aris S, Kepala BNNP Bali (diwakili ketua team rehabilitasi luh Gede Idayani), Ketua Badan Narkotika Kab. Tabanan,Ketua Pengadilan Negeri Tabanan,Kepala Kepolisian Resort Tabanan Polisi AKBP Leo Dedy Defretes, S.H., S.I.K., M.H., Komandan Distrik Militer 1619 Tabanan.

Kepala kejaksaan Negeri Tabanan dalam sambutannya Kalapas Tabanan Hery Hari S menyampaikan program rehabilitasi Lapas Tabanan Tahun 2023 diikuti oleh 30 peserta dan pelaksanaan rehabilitasi berjalan dengan lancar dimana kegiatan ini dilaksanakan selama 6 bulan dari 14 Pebruari—18 Agustus 2023. Program Rehabilitasi Lapas Tabanan di lakukan pemesan kesejahteraan dasar calon peserta rehabilitasi setelah dilaksanakan kegiatan ASMED awal yang bekerjasama dengan BNNP Bali sekaligus tes urine bagi seluruh peserta rehab dengan hasil test urine semuanya negatif.
Pelaksanaan program rehabilitasi lapas Tabanan dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, seperti senam yoga, latihan baris-berbaris dan bekerjasama dengan Koramil 1619. Tabanan yang berkaitan dengan baris-berbaris. Kegiatan juga diisi dengan konseling kejiwaan yang bekerjasama dengan psikiater fakultas kedokteran.
“Selain itu juga dalam kegiatan rehab sosial ini peran keluarga warga binaan juga sangat penting dalam pelaksanaan program rehab di lapas Tabanan dan harapan setelah anggota keluarganya keluar dari lapas dapat kembali di tengah-tengah keluarga,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama Kanwil Kemenkumham Bali Anggiat Napitupulu,S.S., M.S.i., mengatakan, “Jika kita bicara rehabilitasi sosial, rehabilitasi mental bukan pekerjaan yang selesai jadi, bukan pekerjaan yang mencubit langsung terasa sakit. Ini hanya faktor proses, sebagian dari proses dan kalau kita mengandalkan teman-teman lapas Tabanan saya rasa apa yang mereka kerjakan hari ini, 6 bulan, 7 bulan ke depan juga belum terlihat hasilnya. Tapi dengan kehadiran kita semua di sini dan dengan kehadiran bapak dan ibu kita yakin tidak ada yang mustahil karna optimis saya ada keyakinan kita semua memiliki konsep yang sama bagaimana membuat hidup kita jauh lebih baik,” terangnya.
“Cara rehabilitasi merupakan bagian dari hidup kita karena teman-teman yang lagi bersekolah di sini mereka adalah kita. Kalau kita tanya satu persatu sebenarnya mereka tidak mau mencintai tempat ini. Mereka berharap segera keluar dari sini, membenci tempat ini tapi karena mental sosialnya belum siap, belum lagi paradigma kita di luar sana. Sebenarnya di sini hanya rehabilitasi nanti implementasinya setelah mereka keluar,” pungkasnya.
Acara selanjutnya ditutup dengan permainan musik para peserta rehabilitasi lapas Tabanan. Mereka semua tampak gembira ria setelah masuk seleksi masuk rehabilitasi.
(priyono/red)






