Majelis Maiyah Gondanglegi: Wadah Sinau dan Ngaji Bareng Kebangsaan untuk Semua Kalangan

BUSERJATIM.COM –

MALANG– Dengan filosofi luhur “Urip Iku Urup” (Hidup Itu Menyala), Majelis Maiyah Gondanglegi terus menyalakan semangat kebersamaan dan pencerahan batin di tengah masyarakat. Kegiatan rutin ini digelar setiap bulan di halaman Gondanglegi Trade Center (GTC) setiap Minggu Malam Senin oleh komunitas pemuda Gondanglegi, Kabupaten Malang, (09/11/2025).

Bacaan Lainnya

Majelis yang bersifat terbuka untuk umum ini menjadi ruang refleksi dan pembelajaran bersama (sinau bareng), tempat seluruh elemen masyarakat—tanpa memandang status sosial, profesi, atau latar belakang—dapat berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan dan spiritualitas.

Salah satu pelaksana kegiatan menuturkan bahwa Majelis Maiyah bukan sekadar forum pengajian, melainkan juga media untuk membangun kesadaran kebangsaan, mempererat silaturahmi, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

“Filosofinya Urip iku urup, hidup harus memberi cahaya bagi sesama. Melalui majelis ini, kami belajar memahami makna hidup, kebersamaan, dan cinta tanah air dengan cara yang santai tapi bermakna,” ujar Cak Temu Risgo.

Rangkaian acara dalam Majelis Maiyah Gondanglegi biasanya meliputi do’a bersama, istighosah, sholawatan, dan dialog kebangsaan yang dipandu secara interaktif. Suasana penuh kehangatan selalu menyelimuti kegiatan ini, dengan lantunan sholawat dan petuah kebijaksanaan yang menyejukkan hati.

Kehadiran Majelis Maiyah di Gondanglegi menjadi oase spiritual sekaligus sosial di tengah hiruk pikuk kehidupan modern. Banyak kalangan muda menganggap forum ini sebagai ruang aktualisasi dan pembelajaran hidup yang mengedepankan nilai-nilai keislaman, toleransi, dan nasionalisme.

Melalui semangat Urip iku urup, Majelis Maiyah Gondanglegi membuktikan bahwa cahaya kebaikan bisa lahir dari kebersamaan dan ketulusan, menyala dari hati ke hati, untuk Indonesia yang damai dan beradab. (Ghufron/Buserjatim)

Pos terkait