[t4b-ticker]

KOREM 084/BJ IKUTI SOSIALISASI DAN PELATIHAN APLIKASI SILACAK

SURABAYA,BUSERJATIM.COM – Kasrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Erwin Rustiawan, S.Sos didampingi Pasiops, Pasiter, Kainfolahta Korem 084/Bj ikuti Sosialiasi Aplikasi Silacak secara virtual yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya bertempat di Ruang Data Makorem 084/BJ, Kamis (5/8/2021)

Sosialisasi Aplikasi Silacak diikuti juga oleh jajaran Forkopimda Kota Surabaya lainnya, Camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Puskesmas dimana mereka yang senantiasa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sosialisasi dan pelatihan ini bertujuan untuk mencari dan memantau kontak erat dari kasus yang konfirmasi guna memudahkan dan menemukan data terkonfirmasi dengan cepat dan akurat sehingga cepat pula memperoleh penanganannya.

Pelatihan Aplikasi SILACAK (Sistem Informasi Pelacakan) bagi tracer COVID-19 dengan Narasumber Ibu Cahya selaku Subdit Surveilans Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim diharapkan dapat mendukung kegiatan Testing, Tracing dan Treatment (3T) terutama di Kota Surabaya. Tracing atau pelacakan adalah bagian dari upaya 3T, melengkapi Testing dan Treatment, yang dilakukan pemerintah sebagai bagian penanganan COVID-19. Dalam hal ini yang menjadi sasaran langsung sebagai Tracer yaitu Babinsa dan Babinkantibmas, dan petugas Surveilans Puskesmas sebagai petugas pengolah data. Dengan adanya Tracer memudahkan petugas Puskesmas dalam memantau orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi”, ungkapnya.

Pada kesempatan ini Kasrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Erwin Rustiawan, S.Sos menyampaikan aplikasi ini berguna sekali sebagai bekal para Babinsa yang terjun lansung di lapangan agar lebih mudah dan cepat untuk menelusuri kasus terkonfirmasi terhadap perorangan yang telah melakukan kontak erat dengan pasien. Selain itu peranan para Babinsa di lapangan yang telah berhasil dalam membatasi penyebaran Covid-19 tentunya bekerja sama dengan instansi terkait dalam mengatasi penyebaran virus Corona yang ada di masyarakat. “Babinsa harus senantiasa update data dari awal masuknya virus Corona dari China ke Indonesia sampai sekarang,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam melakukan pelacakan, penting untuk mengidentifikasi waktu dan tempat dari orang-orang yang berkontak dengan penderita COVID-19, lalu menginformasikan orang-orang yang mungkin terpapar virus, dan mengisolasi orang-orang yang terjangkit Covid-19 untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Perlu diketahui yang akan dilakukan test tidak hanya yang terkonfirmasi namun juga yang memiliki riwayat kontak erat.

Beberapa hal yang menjadi point pembahasan dalam Sosialiasi Aplikasi ini yaitu Pentingnya membangun kerja sama dan koordinasi antara tim Puskesmas dengan Tracer untuk penguatan 3T sehingga kasus konfirmasi sedini mungkin dapat ditindaklanjuti untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19 serta pengentrian data pada Aplikasi Silacak dapat dilaksanakan dengan maksimal.

Sumber : Penerangan

Jurnalis : Alex