Jakarta – Alumnus Akademi Kepolisian atau Akpol 2000 kembali pecah bintang.
Ia adalah Kombes Pol Roland Ronaldy naik pangkat menjadi brigadir jenderal.
Pimpinan tertinggi Mabes Polri menugaskan Brigjen Rolan Ronaldy menjadi Kasat Resmob Bareskrim Polri.
Mantan Penyidik Tindak Pidana Madya TK III Bareskrim Polri ini menggantikan Brigjen Pol Victor Alexander Lateka.
Ia pun menyamai rekor dari Ex Ajudan Presiden Jokowi, Brigjen Adi Vivid Bachtiar yang sekarang menjabat sebagai Wakapolda Yogyakarta.
Tak hanya itu, ia melampaui peraih adhi makayasa tahun 2000, Kombes Pol Yimmy Kurniawan.
Roland Ronaldy menjabat Penyidik Tindak Pidana Madya TK III Bareskrim Polri.
Roland Ronaldy sebelumnya pernah bertugas sebagai penyidik KPK.
Ia juga pernah menjabat Kapolres Bogor pada tahun 2020 lalu.
Pada 2020 lalu, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy resmi dicopot dari jabatannya oleh Kapolri Jenderal Idham Azis.
Hal itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: 3222/XI/KEP./2020 pada 16 November 2020 hari ini.
Roland dipindahtugaskan menjadi Wadir Ditreskrimsus Polda Jawa Barat.
Diketahui, alasan pencopotan Roland masih berkaitan dengan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Habib Rizieq Shihab.
Sebab, pemimpin ormas Front Pembela Islam (FPI) itu sempat berkunjung ke wilayah Bogor.
Kala itu, ia mengunjungi pembangunan Masjid Raya di Markas Syariah Pesantren Alam Agrokultural, Kabupaten Bogor pada Jumat (13/11/2020) lalu.
Selain melakukan peletakan batu pertama, kunjungannya itu sekaligus mengisi ceramah salat Jumat.
Namun, aksinya itu mendapat sorotan karena membuat kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19.
Bahkan kerumunan simpatisan Habib Rizieq tumpah ruah di jalanan dan tidak menerapkan protokol kesehatan.
Untuk mengatasi kepadatan tersebut, Roland sempat mengerahkan 600 personel.
Pihaknya juga memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan yang terjadi.
Ia mengatakan acara tersebut berlangsung tertib dan aman meski dipadati pengunjung.
Tetapi, upaya tersebut tidak cukup untuk membendung kecaman karena pihak kepolisian tidak membubarkannya.
Buntutnya, Roland dicopot dari jabatan Kapolres Bogor karena dianggap tidak mampu menegakkan protokol kesehatan sesuai aturan.
Lantas seperti apa sosok Roland yang baru dicopot oleh Kapolri Idham Azis tahun 2020?
Rupanya Roland baru dilantik menjadi Kapolres Bogor pada Minggu (23/2/2020) lalu.
Artinya, ia baru menjabat sebagai Kapolres Bogor sekitar 9 bulan.
Ia merupakan seorang anak yang berasal dari keluarga Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Hal itu ia sampaikan acara Pisah Sambut Kapolres Bogor di Gedung Serbaguna 1 Pemda Kabupaten Bogor, Cibinong pada Sabtu (22/2/2020) lalu.
“Walaupun ayah saya berharap sekali saya menjadi angkatan darat (TNI AD), tapi mungkin nasib berkata lain, saya diterima di kepolisian dan lulus tahun 2000,” kata Roland Ronaldy.
AKBP Roland merupakan alumni SMA Taruna Nusantara pada 1997
Ia juga seorang Alumni Akademi Kepolisian tahun 2000.
Kemudian Alumni Sespimen tahun 2016 dan Alumni dari Universitas Macquarie Australia tahun 2015.
Sebelumnya, Roland juga pernah menjabat sebagai salah satu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selepas menjadi anggota penyidik KPK, Roland dipromosikan menjadi Kapolres Cirebon Kota yang menjabat selama 1 tahun 11 bulan.
Sampai akhirnya kemudian dipindah menjadi Kapolres Bogor pada Februari 2020 lalu.
[ elangbali ]






