Janji Investasi PT. ABK di Lembah Napu Poso Tinggal Cerita, Warga Kecewa

BUSERJATIM.COM –

Poso, 25 Agustus 2025 – Harapan masyarakat Lembah Napu, Kabupaten Poso, terhadap hadirnya investasi pertanian hortikultura oleh perusahaan PT. ABK pupus sudah. Kurang lebih dua tahun sejak kehadiran perusahaan tersebut, janji kesejahteraan yang digadang-gadang tidak pernah terwujud.

Warga setempat mengisahkan, ketika PT. ABK masuk ke wilayah HGU Napu (yang kini telah diambil alih Bank Tanah), sempat dilakukan prosesi adat pemotongan kerbau sebagai bentuk penghormatan dan restu masyarakat. Upacara adat itu dihadiri sejumlah pejabat, antara lain PJ Sekda Kabupaten Poso mewakili Bupati, Camat Lore Timur, para kepala desa, tenaga ahli bupati, tokoh adat, serta tokoh masyarakat. Setelah acara adat digelar, perusahaan pun dinyatakan bisa beroperasi.

Namun, perjalanan investasi tidak berjalan mulus. Saat perusahaan mulai melakukan identifikasi lahan, muncul penolakan dari sebagian warga yang merasa sudah lebih dulu menguasai lahan tersebut. Bahkan, sempat terjadi ketegangan karena pihak perusahaan diduga melibatkan kelompok preman yang dikenal sebagai mafia tanah (Permata). Untuk menghindari konflik terbuka, perusahaan akhirnya mundur dan mencari lahan kosong lain.

Sayangnya, keberadaan PT. ABK justru menimbulkan kekecewaan. Menurut warga, perusahaan hanya beberapa kali melakukan uji tanam hortikultura seperti bawang, namun tidak pernah membuahkan hasil. “Pakta perusahaan yang diberi izin Bupati Poso ternyata hanya perusahaan abal-abal. Tidak ada manfaat nyata untuk masyarakat Napu,” ungkap seorang petani kepada wartawan, Senin (25/8/2025).

Padahal, Bupati Poso kala itu sempat lantang menyampaikan bahwa investasi PT. ABK akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Napu. Faktanya, hingga kini lahan yang dikelola perusahaan tersebut terbengkalai dan sudah dua tahun ditinggalkan tanpa kejelasan.

“Janji investasi itu hanya tinggal cerita fiksi. Tidak ada kesejahteraan yang datang, masyarakat justru merasa dibohongi,” tegas Muh. Firman, tokoh masyarakat Napu.

Dengan kondisi ini, warga berharap pemerintah Kabupaten Poso tidak lagi gegabah membuka peluang investasi tanpa kajian matang dan kepastian manfaat bagi masyarakat lokal.

jurnalis : m firman

Pos terkait