BUSERJATIM.COM –
Ngawi, Jawa Timur – Masyarakat Kabupaten Ngawi digemparkan dengan munculnya laporan korban yang diduga terpengaruh dampak MBG (Malnutrisi Berbasis Gizi) yang belakangan menjadi sorotan setelah keberadaan fasilitas berlabel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Badan Gizi Nasional mencuat ke publik.26/11
Informasi terbaru menyebutkan bahwa korban kini mulai berjatuhan, dan yang paling mengkhawatirkan, dugaan dampak tersebut kini menimpa siswa SDN 6 Jenggrik serta SMP Negeri 2 Jenggrik.
Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gejala serupa, yang memicu kekhawatiran orang tua dan pihak sekolah. Kejadian ini menambah daftar panjang laporan warga yang menduga adanya kejanggalan pada program pelayanan gizi yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kedunggalar.
warga sekitar masih berkumpul membahas fenomena tersebut, terlebih setelah spanduk bertuliskan “Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kawu-Kedunggalar” tersebar luas di media sosial dan memicu tanya: apakah fasilitas tersebut resmi, benar beroperasi, dan memiliki izin sesuai ketentuan?
Pihak sekolah SDN 6 Jenggrik maupun SMPN 2 Jenggrik dikabarkan mulai melakukan pendataan internal terkait siswa yang mengalami gejala mencurigakan. Orang tua diminta waspada serta segera melapor jika ada tanda-tanda yang mengarah pada kondisi tidak wajar setelah menerima pelayanan gizi dari pihak luar.
Warga Desa Kawu dan Kedunggalar mendesak Pemerintah Kabupaten Ngawi, Dinas Kesehatan, dan aparat terkait untuk segera turun lapangan guna memastikan apa sebenarnya yang terjadi, termasuk menelusuri legalitas Badan Gizi Nasional yang tercantum pada papan SPPG tersebut.
Situasi ini kini menjadi pembicaraan hangat dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Investigasi resmi dari pemerintah dan aparat penegak hukum sangat dinanti untuk mengungkap kebenaran dan mencegah adanya korban tambahan.
Berita akan diperbarui seiring perkembangan di lapangan.
red






