KITA KEDIRI,MATARMAJA GRUOP,lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Kediri Raya menyoroti dan mengawal keluhan warga Kelurahan Mojoroto Kota kediri
” Ada 20 keluarga di kelurahan Mojoroto mendapat izin walikota dengan nomer 155 untuk mendirikan bangunan di lahan yang waktu itu status pemegang Hak PUPR provinsi Jawa Timur. kini 20 keluarga tersebut solah tidak di manuaisakan” Tutur Indra Eka ketua GMBI distrik Kediri Raya.
Lebih lanjut ketua GMBI menutur kan jika tuntutan warga atas ganti rugi bangunan tidak di penuhi indra akan menggelar aksi solidaritas masa besar besaran dengan melibatkatkan GMBI sejawa timur,atas hal tersebut Ketua distrik sudah berkordinasi dengan Ketua wilter Jawa Timur.
Saat di konfirmasi ketua wilter jawa timur Sugeng Sp menuturkan ,
Kami Dewan Pimpinan Wilayah Teritorial Jawa Timur mensuport sepenuhnya langkah GMBI DISTRIK KEDIRI RAYA untuk mengadvokasi permaslahan Warga Persada Sayang,
Segera kita bentuk Tim khusus untuk pembelaan terhadap mereka masyarakat yang tertindas dan TERDHOLIMI,saya perintahkan Investigasi Menyeluruh terkait permasalahan tersebut.
Jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban kebijakan dari sistem,
Keadilan harus di tegakkan,
Ruh perjuangan GMBI harus berpihak pada kaum lemah yang termaarginalkan dan tidak mendapatkan keadilan ,
dan Saya selaku ketua wilter jatim siap turun langsung untuk mengkomando para distrik di tiap kabupaten di seluruh Jawa Timur untuk Aksi unjuk rasa apabila permaslahan tersebut tidak di selesaikan atas dasar nilai keadilan .tegasnya
Salah seorang warga yang mendapat surat peringatan ketiga untuk segera mengosongkan bangunan. Menyampaikan rasa kecewanya
” Saya sangat kecewa dengan tidak di manusiakan,dulu kami membangun tentu kami memiliki izin dan IMB,dan sejak tahun 1984 kami sudah tinggal di sini ,sekarang kami di suruh pergi begitu saja tanpa konpensasi apapun,lantas kepada sip kami harus mengadu dan memohon bantuan .ini saatnya pemkot kediri dan dewan untuk membantu kami ” Ungkapnya
Kami ikhlas dan siap untuk mengosongkan bangunan yang dengan susah payah kami bangun,tapi dimana hati nuraninya jika kami harus pergi begitu saja tanpa konpensasi apapun Kita lihat jika tuntutan kompensasi warga tidak di kabulkan kota kediri akan bertambah tunawisma baru.Imbuh warga lain menyampaikan
Bersambung






