KALIMATAN,BUSERJATIM.COM-Selasa 07/09/2021, kejadian Pembakaran mesjid di Sintang yang di lakukan Oleh aktor manusia yang tidak Bertanggung jawab sangat memilukan. Disisi lain Warga masyarakat Sintang yang hidup dalam Keberagaman keyakinan Agama,suku Etnis, sejak dulu selalu
Rukun damai saling menghargai satu dengan yang lainnya, kejadian yang dilakukan oleh Aktor penjahat Dede Al yg membakar mesjid ini patut diduga sebagai Aktor intelektual pembakaran pembakaran mesjid Ahmadiyah di Desa Balai Harapan kecamatan Tempunak, kabupaten Sintang Kalimantan barat. Jumat 3 September 2021,

Hal ini dikemukakan penggiat media sosial dan Pengamat politik Denny Siregar, Selasa 7 September 2021 Menurut Denny, pembakaran mesjid di balai harapan itu mengingatKan dia dengan kejadian yang mirip tahun 2011 di Cikeusik Banten, hanya saja di Banten itu ada 3 jiwa melayang dari Warga Ahmadiyah mereka diseret keluar dari mulutnya dipukul dengan batu kepala mereka sampai pecah di Videokan dan di sebarluaskan ke media sosial, kejam dan mirisnya lagi pelaku hanya dikenakan hukuman beberapa bulan saja. Kejadian pembakaran Mesjid di Sintang ini sebagai alarm buat kita semua,
Bahwa model kekerasan seperti itu ternyata masih dipelihara sampai saat ini. Masih untung polisi dan TNI cepat datang di tempat kejadian kalau tidak entah apa yang terjadi pada warga di sana, mungkin bisa sama
Nasibnya dengan saudara- saudara mereka di Banten.
Polisi memang tidak bisa
Menindak para pelaku ditempat karena masa yang besar berjumlah ratusan orang yang bisa dilakukan hanya mencegah dan membuat adem suasana, baru saat sudah sepi ” di culik ” satu persatu pelaku ny. Salah satu Provokator diketahui bernama ‘Dede Al’. Di Sintang Sijenggot panjang berdaster merah itu dikenal memang sebagai Provokator di Daerah itu, dia juga pernah bermasalah dengan kaum Adat Dayak disana sekarang dikejar polisi dan dicari sampai dapat.
Sudah saatnya polisi memperlakukan Provokator kelompok Radikal itu seperti Teroris, tangkap dan pamerkan mereka di Konferensi Pers biar ada Efek jera. Jika dibiarkan
Orang orang jenggot panjang seperti ini bisa
Merasa kalau mereka di
Lindungi Aparat. Radikalisme itu tidak bisa di biarkan, Apa lagi ditoleransi/ dilindungi, kasihan masyarakat Awam yang tidak mengerti apa-apa, Provokator nya harus di
Kandang anggap saja monyet, dari pada jadi perusuh di negeri ini.
Perbedaan dalam keyakinan itu selalu ada, tetapi kalau perbedaan itu jadi alasan merusak, maka itu masuk dalam wadah kriminal tindak tegas jangan coba merusak ketentraman masyarakat SINTANG.
“NKRI harga Mati”






