BUSERJATIM.COM –
Mantingan, Ngawi — 4 Desember 2025
Warga Mantingan digemparkan oleh kabar bahwa banyak korban berjatuhan yang terdiri dari santri pondok pesantren dan siswa sekolah di wilayah tersebut. Para korban dilaporkan mengalami gejala mirip keracunan massal, mulai dari muntah-muntah, pusing, hingga lemas mendadak.
Peristiwa ini menjadi sorotan serius karena terjadi secara bersamaan di dua lokasi pendidikan: sebuah pondok pesantren dan salah satu sekolah di sekitar Kecamatan Mantingan. Informasi awal menyebutkan bahwa puluhan anak mengalami gejala serupa hanya dalam rentang waktu beberapa jam.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan warga dan beberapa orang tua siswa, kejadian bermula sejak pagi ketika sejumlah santri dan siswa mengeluhkan rasa mual setelah sarapan. Selang beberapa jam, keluhan menyebar secara cepat hingga menyebabkan beberapa anak dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Tiba-tiba banyak anak yang muntah. Ada yang gemetar dan pucat. Kami panik karena jumlahnya terus bertambah,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi.
Ambulans dan kendaraan pribadi terlihat keluar masuk area kejadian untuk membawa para korban.
Dugaan Sementara: Keracunan Makanan
Hingga berita ini diturunkan, dugaan paling kuat adalah keracunan makanan massal. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain:
Kesamaan menu makanan yang dikonsumsi oleh para korban
Kondisi dapur yang diduga tidak higienis
Kemungkinan bahan makanan terkontaminasi
Pengolahan makanan yang tidak sesuai standar kesehatan
Selain itu, warga juga menyoroti kemungkinan adanya paparan lingkungan dari fasilitas sekitar yang diduga tidak memenuhi standar kebersihan atau pengelolaan limbah, meski belum dapat dipastikan kaitannya.
Lokasi Sekitar Disorot: Keberadaan Tempat Pelayanan Gizi dan Fasilitas Lingkungan
Foto yang beredar menunjukkan sebuah bangunan berlabel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bintang Mantingan berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Warga mempertanyakan legalitas dan pengawasan lembaga tersebut.
Beberapa pihak menduga bahwa kerancuan operasional di wilayah Mantingan—termasuk standar kebersihan dan pengelolaan lingkungan—berpotensi memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Respon Pemerintah dan Aparat
Pihak pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Kesehatan disebut telah menerjunkan tim untuk:
- Mengambil sampel makanan dari pesantren dan sekolah.
- Melakukan pemeriksaan laboratorium.
- Memonitor kondisi seluruh korban.
- Melakukan investigasi menyeluruh untuk mencari sumber keracunan.
Sementara itu, pihak kepolisian turut melakukan penyelidikan awal untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian yang menyebabkan kejadian ini.
Kondisi Korban
Hingga siang hari, beberapa korban masih menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit terdekat. Sebagian sudah membaik, namun beberapa lainnya masih dalam pengawasan intensif karena mengalami dehidrasi berat.
Orang tua korban berharap pemerintah bertindak cepat dan memberikan kejelasan terkait sumber keracunan untuk mencegah kejadian serupa.
Desakan Warga: Transparansi dan Pengawasan
Kasus keracunan massal ini menambah daftar panjang insiden kesehatan di Mantingan dalam beberapa bulan terakhir. Warga mendesak:
Pemerintah daerah meningkatkan pengawasan dapur pesantren dan kantin sekolah
Pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas pelayanan gizi dan lingkungan sekitar
Standarisasi keamanan pangan di semua lembaga pendidikan
Penegakan hukum bila terbukti ada kelalaian
Insiden ini menjadi alarm keras bagi Kabupaten Ngawi, khususnya wilayah Mantingan, mengenai urgensi pengawasan kesehatan dan higienitas di lingkungan pendidikan. Pemerintah diminta bergerak cepat untuk memastikan keamanan anak-anak dan mencegah kejadian serupa.
red






