Trenggalek, Buserjtim.com – TNI melalui satuan teritorial kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Di Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Babinsa Sumbergayam Pelda Sunarman dari Koramil 0806-03/Durenan terjun langsung mendampingi pendistribusian bibit tebu varietas Bulu Lawang kepada Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rejeki, Selasa (2/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan produktivitas tebu untuk mendukung target swasembada gula di wilayah sentra pertanian.
Suasana Desa Sumbergayam pagi itu tampak lebih ramai dari hari-hari biasanya. Truk bantuan milik Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek tiba di balai desa membawa ratusan ikat bibit tebu siap tanam. Warga bersama aparat TNI langsung bergerak menurunkan bantuan yang sudah dinantikan memasuki musim tanam. Kehadiran aparat teritorial memastikan proses distribusi berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran sesuai dengan rencana tanam yang telah disepakati bersama para petani.
Pelda Sunarman terlihat aktif membantu para petani. Selain ikut menurunkan bibit, ia berdiskusi dengan anggota Poktan mengenai teknik tanam hingga pengaturan lahan. Menurutnya, pendampingan ini menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk mendukung masyarakat di wilayah binaan. “Ini wujud dukungan kami kepada petani untuk meningkatkan produksi. Program swasembada gula membutuhkan kolaborasi nyata di tingkat lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tanaman tebu bukan hanya komoditas pertanian, tetapi juga memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi lokal. Kecamatan Durenan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi tebu terbaik di Trenggalek. Dengan pengelolaan yang tepat, tebu dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan efek ekonomi berantai bagi masyarakat. “Tebu bisa menjadi pilar penting ekonomi wilayah jika dikelola berkelanjutan,” tegas Sunarman.
Dari Dispertapan Trenggalek, petugas bidang perkebunan Renata menyampaikan bahwa Desa Sumbergayam memang memiliki kecocokan lahan ideal untuk budidaya tebu. Penentuan penerima bantuan didasarkan pada potensi lahan dan kesiapan kelompok tani dalam mengembangkan budidaya secara intensif. “Kami berharap bantuan ini memberikan hasil optimal. Kolaborasi dengan TNI menjadi faktor penting bagi keberhasilan program,” jelasnya.
Renata juga menekankan bahwa varietas Bulu Lawang dipilih karena memiliki tingkat produktivitas tinggi serta mampu beradaptasi dengan kondisi lahan kering di wilayah Trenggalek. Pemerintah berharap varietas ini dapat meningkatkan rendemen dan memperkuat suplai bahan baku bagi industri gula di kawasan selatan Jawa Timur. Program ini diharapkan mampu membantu mengurangi ketergantungan nasional terhadap gula impor.
Selain pendistribusian, suasana gotong royong tampak kental antara warga, TNI, dan Polri. Para petani langsung menyortir bibit sesuai kebutuhan lahan masing-masing, sementara generasi muda desa ikut membantu proses pemindahan. Keterlibatan masyarakat menunjukkan kuatnya modal sosial desa yang menjadi fondasi penting ketahanan pangan berbasis komunitas.
Menurut sejumlah petani, kehadiran Babinsa memberi rasa aman dan menambah motivasi dalam proses pendistribusian hingga penanaman. Pendampingan aparat teritorial dinilai membuat distribusi lebih tertata serta mempercepat persiapan lahan jelang musim tanam. Komunikasi antara aparat dan warga juga semakin memperkuat kedekatan yang menjadi ciri khas desa agraris.
Pemerintah daerah bersama pendamping teritorial berkomitmen melakukan pengawalan berkelanjutan, mulai dari persiapan lahan, teknik perawatan, hingga panen. Dengan pengawasan rutin, produktivitas tebu di Desa Sumbergayam diproyeksikan meningkat signifikan dalam satu hingga dua musim tanam mendatang.
Kegiatan di Sumbergayam menjadi bukti bahwa kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat memperkuat ketahanan pangan dari akar rumput. Desa Sumbergayam kini menapaki langkah baru menuju sentra tebu yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing melalui sinergi lintas sektor.






