BUSERJATIM.COM –
Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tulungagung, Jumat (27/3/2026). Agenda utama meliputi pengumuman perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 serta penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, yang dilanjutkan dengan kegiatan halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah.
Rapat yang digelar di Graha Wicaksana lantai dua Kantor DPRD Tulungagung ini dipimpin Ketua DPRD Marsono, didampingi jajaran pimpinan dewan. Hadir pula Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Wakil Bupati Ahmad Baharudin, Sekretaris Daerah, serta kepala OPD, camat, dan anggota DPRD.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Marsono menegaskan bahwa rapat paripurna merupakan bagian penting dari mekanisme pertanggungjawaban kepala daerah kepada legislatif atas penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun anggaran.
“Paripurna ini menjadi bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada DPRD,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perubahan Propemperda 2026 merupakan tindak lanjut hasil asistensi dan supervisi Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Dari total 38 rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang telah difasilitasi, masih diperlukan penyesuaian lanjutan.
Dalam forum tersebut juga dilakukan penandatanganan Berita Acara LKPJ Tahun Anggaran 2025 oleh Bupati Tulungagung sebagai bagian dari tahapan administratif dan politik pemerintahan daerah.
Halalbihalal Perkuat Sinergi
Paripurna kali ini dirangkaikan dengan halalbihalal dalam suasana Idulfitri. Marsono menilai momentum tersebut penting untuk mempererat hubungan antara legislatif dan eksekutif.
“Halalbihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kebersamaan, saling memaafkan, dan membangun suasana kerja yang harmonis,” katanya.
Ia mengajak seluruh unsur pemerintahan menjaga sinergi demi kelancaran pembangunan daerah ke depan.
Ekonomi Tumbuh Lampaui Jatim
Sementara itu, Bupati Gatut Sunu dalam penyampaian LKPJ mengungkapkan sejumlah capaian strategis daerah sepanjang 2025. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Tulungagung yang mencapai 5,75 persen, melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 5,33 persen.
“Ini menjadi pencapaian penting karena dalam 12 tahun terakhir, baru kali ini pertumbuhan ekonomi Tulungagung melampaui Jawa Timur,” tegasnya.
Selain itu, realisasi pendapatan daerah tercatat mencapai Rp3,043 triliun atau 105,98 persen dari target. Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga melampaui target dengan capaian Rp902,3 miliar atau 114,33 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemandirian fiskal daerah yang semakin kuat.
Raih Penghargaan Nasional
Pemkab Tulungagung juga mencatat berbagai prestasi di tingkat nasional, di antaranya peringkat ke-7 nasional dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD), predikat Kabupaten Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2025, Golden Trophy Top Digital Award 2025 melalui RSUD dr. Iskak, serta penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Utama.
Bupati menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari reformasi birokrasi, inovasi pelayanan publik, dan penguatan digitalisasi.
Kebijakan Pro-Rakyat Didorong
Selain indikator makro, Pemkab juga mengklaim terus mendorong kebijakan pro-rakyat, seperti pembebasan BPHTB bagi masyarakat berpenghasilan rendah, stimulus pajak PBB, serta penyelenggaraan bazar UMKM.
“Kami berkomitmen agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Gatut Sunu.
Terbuka terhadap Evaluasi DPRD
Menutup penyampaiannya, Bupati menegaskan keterbukaan terhadap kritik dan rekomendasi DPRD sebagai bahan evaluasi peningkatan kinerja pemerintahan.
“Kami terbuka terhadap masukan DPRD demi perbaikan pelayanan publik ke depan,” katanya.
Usai paripurna, kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal antara DPRD dan Pemkab Tulungagung. Momentum tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif sebagai kunci mendorong pembangunan daerah yang lebih maju, mandiri, dan kompetitif.






