Kades dan Warga Tolak Rencana Pendirian Indomaret di Desa Tumpuk Renteng Turen

MALANG | BUSERJATIM.COM – Rencana pendirian gerai ritel modern Indomaret di Desa Tumpuk Renteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, menuai penolakan keras dari Kepala Desa yakni Bapak Ainul Yaqin bersama warga. Penolakan tersebut ditegaskan pada Rabu, 28 Januari 2025, sebagai bentuk keberpihakan terhadap keberlangsungan ekonomi rakyat kecil.

Kepala Desa Tumpuk Renteng menegaskan bahwa kehadiran Indomaret dikhawatirkan akan berdampak langsung pada menurunnya pendapatan toko kelontong dan warung-warung milik warga yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi desa.

“Saya khawatir dengan adanya Indomaret ini justru akan mematikan usaha kecil warga saya. Warung-warung dan toko milik masyarakat bisa kehilangan pembeli. Ekonomi rakyat jauh lebih penting dan itu yang harus saya kawal,” tegas Kepala Desa Tumpuk Renteng.

Menurutnya, desa memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi pelaku usaha kecil agar tidak tergerus oleh ekspansi ritel modern yang memiliki modal dan sistem bisnis jauh lebih besar.

Penolakan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari warga. Mereka menilai keberadaan minimarket waralaba tidak sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi desa dan berpotensi memperlebar kesenjangan usaha.

Salah satu warga menyampaikan bahwa warung tradisional selama ini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat desa.

“Kalau Indomaret masuk, kami yang punya warung kecil pasti kalah bersaing. Kami minta pemerintah desa tetap berpihak pada rakyat kecil,” ujarnya.

Kepala Desa Tumpuk Renteng saudara Bapak Ainul Yaqin menegaskan, selama ia menjabat, kebijakan yang diambil harus berpihak pada kepentingan masyarakat luas, bukan semata-mata investasi.

“Selama saya masih menjadi Kepala Desa, kebijakan yang menyangkut ekonomi rakyat akan saya kawal. Jangan sampai pembangunan justru mengorbankan warga sendiri,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa Tumpuk Renteng secara resmi menyatakan menolak pendirian Indomaret di wilayahnya dan meminta pihak terkait menghormati aspirasi masyarakat desa. (Ghufron/Red).

Pos terkait