BUSERJATIM.COM –
NASIONAL – Mitos lama di tengah masyarakat kembali ramai diperbincangkan. Banyak yang masih percaya bahwa kulit yang terkena air panas agar tidak memar atau melepuh sebaiknya diolesi pasta gigi atau odol. Namun, fakta medis menyebutkan anggapan tersebut tidak benar dan justru berisiko membahayakan.8/1
Tenaga kesehatan menegaskan, pasta gigi bukan obat luka bakar. Kandungan mentol, fluoride, serta zat abrasif di dalam pasta gigi dapat menyebabkan iritasi, memerangkap panas di dalam jaringan kulit, dan meningkatkan risiko infeksi. Alih-alih mencegah lepuh, penggunaan odol justru dapat memperparah kondisi luka.
Fakta medis menunjukkan, penanganan pertama yang benar saat kulit terkena air panas adalah segera mendinginkan area luka dengan air mengalir bersuhu normal selama 10–20 menit. Langkah ini efektif menurunkan suhu kulit, mengurangi nyeri, serta meminimalkan kerusakan jaringan.
Tenaga medis juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengoleskan bahan apa pun yang tidak direkomendasikan secara medis, seperti pasta gigi, mentega, minyak, kecap, kopi, atau ramuan tradisional lainnya. Luka bakar sebaiknya ditutup dengan kain bersih atau perban steril, dan jika muncul lepuhan, nyeri hebat, atau luka meluas, korban harus segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Mitos penanganan luka bakar yang keliru dinilai masih menjadi penyebab utama luka ringan berubah menjadi luka serius. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih selektif menerima informasi dan mengutamakan panduan medis resmi.
Kesimpulannya, mengolesi pasta gigi pada luka akibat air panas adalah MITOS, bukan fakta. Penanganan yang tepat sejak awal menjadi kunci utama mencegah lepuh, infeksi, dan bekas luka permanen.
Red/Breaking News






