KEDIRI,BJ BUSER JATIM.COM-Pendidikan Menengah atas dan kejuruan di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri saat ini sedang tidak baik-baik saja,yang mana adanya Persoalan dugaan pungli.yang di hebohkan dengan adanya bukti-bukti selembar kertas yang tersebar di masyarakat bertuliskan dari pihak sekolah untuk pembelian seragam siswa baru dan sumbangan sukarela dari komite yang di berikan kepada wali murid dengan nilai yang tidak masuk akal.
Hal ini secara umum terjadi di keseluruhan SMAN dan SMKN baik Kabupaten Maupun Kota Kediri.dan hal ini telah memicu Masyarakat untuk mempertanyakan ( JARE SEKOLAH NEGERI GRATIS,BAKNO MBAYARE SAK GEDUNG) seolah-olah hanya sekedar retorika pejabat untuk pembohongan publik.
Di dalam persoalan ini,salah satu aktifis Bersatu dengan warga melakukan Aksi damai dan pemblok kade satu bulan penuh di wilayah kantor Cabang dinas pendidikan Propinsi di Kediri.
“dalam tuntutan aksi di tanggal 21/8 tersebut aktifis dan warga Bersatu menuntut keterbukaan publik adanya 300 sampai 400 laporan dugaan pungli,adanya penahanan ijazah,dan larangan mengikuti ujian jika tidak memenuhi secara Administrasi.(APA DASARNYA)!!!
Terpisah tepat di hari sepesial hari kemerdekaan Indonesia HUT-ke 80,Gubenur Jatim Khofifah berkunjung ke Kota Kediri untuk mengikuti jalan Santai dan meninjau kegiatan pasar murah yang di adakan oleh Pemkot kediri,dalam kegiatan tersebut salah satu media masa mengkonfirmasi terkait maraknya pungutan liar (PUNGLI) di SMAN dan SMKN baik kota maupun kabuapten kediri.”Khofifah Bungkam seribu Bahasa.Khofifah hanya memberikan statemet singkat WARTAWAN KONFIRMASI KE KOMITE”Ujarnya.
Di sisi lain menangapi pernyataan Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam video yang beredar Sri Mulyani mengatakan Guru beban Negara.APA MAKNA TERSEBUT!!!.jika kita melihat historikel dari anggaran pemerintah yang telah gelontorkan selama ini dunia Pendidikan bukan main-main nilainya seperti:
1.Dana Bos kenapa!!!Dana Bos tidak efektif dan tidak transparasi secara pengelolaan ke uangan karena hanya di kelolah oleh kepala sekolah dan bendahara bos di duga banyaknya manipulasi nilai pembelanjaan dan tidak tepat sasaran,banyak oknum kepala sekolah setelah dana Bos turun mobil baru.seoalah olah di jadikan koperasi tanpa bunga.
2.Dana PIP kenapa!!!Dana PIP turun tidak sesuai dengan databese atau data Random,banyaknya pemotongan dengan dalih ada biaya administrasi,kartu PIP tidak di berikan kepada Siswa alias di pegang oleh oknum guru untuk meraup kepentingan pribadi.
3.Dana BOPP!!! Banyaknya mark-up anggaran pembelanjaan yang tidak sesuai dengan harga SIPLAH.(kong kalikong dengan toko)dan Masih meminta bantuan kepada Walimur dengan penekanan sumbangan sukarela tetapi ada nominalnya.
Dengan kejadian ini ahkirnya masyarakat mengetahui ladang korupsi pungli yang besar adalah di dunia pendidikan. Jadi jelas Dengan maraknya ladang pungli di dunia Pendidikan selama ini siapa yang di untungkan,siapa yang dirugikan dan siapa yang bertangung jawab!!!(Kk)






