Ratusan Siswa SMKN 1 Kota Kediri di duga telah di provokasi oleh Kepala Sekolah,Untuk pembelaan sebagai pembenar.

KOTA KEDIRI, BUSERJATIM.COM-Dunia pendidikan di Kota Kediri di kabarkan geger.yang mana adanya insiden secara tiba-tiba saat 2 rekan kami dari jurnalis datang di lembaga Smkn 1 Kota Kediri

Insiden tersebut berawal dari 2 jurnalis rekan kami yang mendatangi Smkn 1 Kota Kediri,kedatangan mereka secara baik karena di undang oleh Kepala Sekolah Edy Suroto untuk klarifikasi pemberitaan,Rabu (04/06/2025)

Bacaan Lainnya

Secara singkat situasi berubah menjadi heboh setelah Kepala sekolah tidak terima terhadap pemberitaan tersebut yang di muat oleh Media Berita Patroli

Bagaimana bisa ratusan siswa bisa kompak jika tidak adanya provokasi dari pihak setempat,Pertanyaan yang sangat simpel dan masuk akal,adanya dugaan provokasi dari Kepala Sekolah ke pada ratusan siswa ,untuk mengepung dan intimidasi kepada rekanan kita sebagai jurnalis,

Tersebar dalam vidio di tik-tok dalam durasi 2.09 detik yang mana salah satu siswa mengatakan dengan membaca tulisan selembar kertas? seolah olah tulisan itu dari curhatan kepala sekolah yang telah membandingkan pendidikan Krdiri dengan Bojonegoro Siapa di balik layar Kepala Sekolah,,sampai berani dengan memberikan dugaan provokasi kepada siswanya.

Dengan kejadian ini, Hai Kau Kepala Dinas (Kacabdin) apakah seperti ini didikan yang engkau bina di saat kau menjabat (Kacabdin) Di Bononegoro,,seoalah olah siswa engkau korbankan atas dasar perintahmu.

Dan ironisnya sejumlah siswa membawa benda besi,batu,dan kayu dengan cara berteriak-teriak,,akankah Kota Kediri ini akan di didik oleh Pejabat baru secara premanisme dimana akal sehat Pendidikan yang ada di Kediri yang dulu selalu dihormati.

Dan ironisnya lagi,dua wartawan tersebut baru diizinkan keluar setelah dipaksa membuat dan menandatangani surat pernyataan di atas materai, yang menyatakan bahwa mereka bersedia menghapus berita tersebut. Saat meninggalkan sekolah pun masih diteriaki dan dilempari botol minuman bekas ke arah dua orang wartawan tersebut

Menanggapi peristiwa tersebut, tim hukum redaksi tabloid Buserjatim.com menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengecam tindakan pihak sekolah yang dinilai mencoreng nilai-nilai demokrasi dan kebebasan pers.

belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai status penyelidikan kasus tersebut,kami dari Jurnalis yang tergabung dalam organisasi akan menuntut keadilan yang telah mencoreng nama pendidikan di Kota Kediri.Bertaut(Kk)

Pos terkait