Pemerintah Desa Grudo Ngawi Evaluasi Pelaksanaan PMT Posyandu Lansia, Balita, dan Remaja


BUSERJATIM.COM –

Ngawi – Pemerintah Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, melaksanakan evaluasi kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) bagi lansia, balita, dan remaja. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 9 Mei 2025 di Balai Desa Grudo dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait.

Turut hadir dalam kegiatan evaluasi tersebut Lurah Desa Grudo Triyono, S.T., Bidan Desa Dwi Suryaningrum, serta seluruh kader Posyandu dari kelompok Kader Jelita yang aktif di wilayah Desa Grudo. Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam proses monitoring dan peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, dan remaja.

Dalam sambutannya, Lurah Desa Grudo Triyono, S.T. menegaskan bahwa keberadaan posyandu di setiap pedukuhan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. “Posyandu adalah kegiatan rutin setiap bulan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Melalui posyandu, kita bisa memantau kondisi kesehatan warga, mulai dari balita hingga lansia, serta memberikan edukasi dan layanan kesehatan dasar,” ujarnya.

Triyono juga menambahkan bahwa keberhasilan program posyandu tidak lepas dari kerja keras para kader. Oleh karena itu, dalam setiap kunjungannya, ia selalu memberikan apresiasi kepada para kader yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat. “Kader posyandu adalah pahlawan kesehatan di tingkat desa. Kerja mereka tidak ringan, tapi sangat berarti bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Bidan Desa Grudo, Dwi Suryaningrum, dalam sesi penyuluhannya menyampaikan materi penting mengenai pencegahan stunting. Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga menyangkut kualitas tumbuh kembang anak. “Melalui posyandu, para kader bisa membantu mendeteksi tanda-tanda awal stunting dan memberikan edukasi gizi yang benar kepada para ibu balita,” tutur Dwi.

Dalam evaluasi tersebut, dilakukan juga diskusi interaktif antara para kader dan petugas kesehatan untuk mengevaluasi pelaksanaan PMT, mulai dari ketersediaan makanan tambahan, kualitas gizi, hingga keikutsertaan sasaran penerima manfaat. Para kader juga menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi di lapangan, termasuk tantangan dalam meningkatkan partisipasi warga untuk datang ke posyandu.

Kegiatan evaluasi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan posyandu di Desa Grudo. Pemerintah desa juga berjanji akan terus mendukung kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat, termasuk dengan penyediaan anggaran untuk program PMT dan pelatihan kader.

Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan program posyandu di Desa Grudo dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan lansia dan remaja.

Pos terkait