Madiun – Musim kemarau yang panjang membuat jumlah titik panas (hotspot) meningkat. Tak terkecuali di wilayah kabupaten Madiun Jawa Timur.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pengaruh musim kemarau akan berlangsung Agustus – September.
Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Babinsa Desa Tawangrejo Koramil 06/Gemarang, Kodim 0803/Madiun, Sertu Joko Setiawan bersama Polhut KPH Saradan melaksanakan komunikasi sosial dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH ) membahas tentang karhutla di wilayah KPH Saradan.
“Kami bersama instansi terkait dan masyarakat luas terus bersinergi meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan di wilayah binaan,” kata Sertu Joko Setiawan saat komsos di wilayah binaan pada Rabu (25/10/2023).
Babinsa menambahkan, selain berpotensi menyebabkan kebakaran hutan, musim kemarau panjang juga akan menimbulkan polusi udara dan asap, potensi kekeringan lahan dan kekurangan air bersih.
“Kami selalu mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak paparan kabut asap jika sampai terbakar karena sangat berpotensi mengganggu kesehatan,” ucapnya.






