Meriahkan HUT RI Ke-78, Desa Jati Tarokan Gelar “Karnaval Jati Berbudaya”

BUSERJATIM.COM || KEDIRI – Dalam Rangka memperingati HUT RI Ke-78, ratusan warga di desa Jati Tarokan tumpah ruah ke jalan-jalan Desa setempat. Karnaval ini terbilang cukup menarik, karena peserta menampilkan beraneka ragam warna baju adat dan hiasan mobil karnaval. Sabtu, 26/08/2023.

Dalam sambutannya Kepala Desa Reni Ninsiska, SH., didampingi
Drs Sugeng Kusdaryo ketua BPD menyampaikan terima kasih kepada Warga masyarakat yang antusias telah mendukung dan membantu kegiatan karnaval di desa Jati Tarokan.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan karnaval ini merupakan ciri khas desa Jati dan sudah menjadi tradisi, yang setiap tahun diadakan setiap 17 Agustus, yang mana udah lama fakum karena covid-19. Dimana pada acara ini turut dimeriahkan oleh seluruh masyarakat yang ada di desa Jati,” ucap Bu Kades Reni.

Pebrakata karnaval oleh ketua BPD desa Jatikapur Drs Sugeng kusdaryo

“Start awal karnaval di mulai dari lapangan Jati berjalan menyusuri wilayah desa dan Finish di balai desa Jati Tarokan.”

Ketua panitia karnaval Yudi Hariyanto saat dikonfirmasi awak media ini di lokasi menjelaskan, acara pawai karnaval ini di ikuti berapa peserta di perkirakan mulai dari lembaga baik dari MI dari SD dari RA, TK, Paud dan juga pemerintah desa Jati beserta warga masyarakat MRT itu ikut mengikuti acara giat karnaval dalam rangka HUT RI Ke-78 dengan tema, “Jati Berbudaya”, dalam hal ini diikuti oleh 1000 peserta.

Ada 41 regu Kita bedakan menjadi dua yang satu sampai nomor 7 itu lembaga yang selanjutnya 8 sampai 41 itu adalah umum, yaitu dari warga masyarakat tingkat RT dan RW, desa Jati itu ada 5 dusun; satu dusun Krapyak, dusun Jati, dusun Manyaran semuanya ikut memeriahkan adanya acara ini dengan antusias.

Penilaian, dari acara karnaval ini dengan tingkat yang baik daripada masyarakat yang ikut partisipasi ini ada penilaian dari juri kita ambilkan dari SMPN Negeri 1 Tarokan, beliau-beliau yang sudah berpengalaman bapak guru dan ada juga uang pembinaan dari pemerintah desa Jati; Juara 1= 1 juta, juara 2=750.000,- juara 3= Rp. 500,- itu ada dua kategori, satu untuk kategori tingkat lembaga pendidikan, yang kedua lagi tingkat umum, jelas Yadi.

Pendanaan, dalam hal ini kami dapat dari pendanaan dari best spot memerintah desa Jati dan juga Ibu Kades, secara pemerintahan maupun secara pribadi dan juga swadaya dari masyarakat, karena sudah lama tidak ada yang namanya karnaval karena kita ada jeda yang namanya covid-19. Saat inilah masyarakat dengan banyak dengan antusias yang sangat luar biasa mereka juga ingin untuk memeriahkan HUT RI yang ke-78, imbuhnya.

Yadi juga menambahkan, insyaAllah tanggal 31 akhir bulan di puncak acaranya, dan kita menghadirkan campursari, nanti ada acara campursari yang diselenggarakan di Pendopo dan pembagian piala dan uang pembinaan dari pemerintah desa Jati.

“Menurut saya untuk tahun ke depan karena kita itu mengangkat tema menjadi berbudaya sesuai dengan kabupaten Kediri juga, uang pembinaan kita tingkatkan yang kedua nanti pasti akan kualitas daripada peserta karnaval ini akan lebih baik, karena sudah tahu pengalaman tahun ini akan ditingkatkan dengan sendirinya karena ada penilaian. Acara berjalan lancar dan kondusif,” pungkasnya.

Jurnalis: Sony/Robby
Editor: Harijono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *