BUSERJATIM.COM || TULUNGAGUNG – Viralnya Keresahan Wali murid Siswa Baru terkait dengan harga seragam sekolah di SMAN 1 Kedungwaru, Tulungagung, telah mencuat ramai diperbincangkan di sosmed hingga ke permukaan. Wali murid berbondong-bondong menyatakan keberatannya atas mahalnya harga seragam yang dijual oleh sekolah tersebut. Menanggapi hal ini, Kepala SMAN 1 Kedungwaru, Nur Hodin, memberikan penjelasan rinci terkait kebijakan harga seragam sekolah.
Nur Hodin selaku Kepala SMAN 1 Kedungwaru, dalam konferensi pers yang digelar di sekolah tersebut, menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah melakukan pemaksaan / mewajibkan kepada wali murid maupun siswa untuk membeli seragam di sekolah, Pilihan untuk membeli seragam di sana semata-mata menjadi hak dan keputusan dari masing-masing wali murid dan siswa.
Lebih lanjut, Nur Hodin juga menyoroti masalah harga yang dinilai terlalu tinggi oleh sebagian wali murid. Menurutnya, harga seragam yang ditetapkan memang sudah mencerminkan harga yang didapat dari pemasok, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan. Pihak sekolah juga telah melakukan penelitian pasar sebelum menetapkan harga seragam, namun upaya tersebut tidak mampu menghindarkan harga seragam dari kenaikan yang terjadi di pasar, Ungkapnya.
Nur Hodin juga menjelaskan bahwa selisih harga penjualan seragam di Sekolah digunakan untuk program subsidi silang bagi siswa yang kurang mampu secara finansial, bahkan khusus anak Yatim Piatu akan di gratiskan dan Subsidi silang ini bertujuan agar semua siswa dapat memiliki seragam yang layak dan membanggakan, tanpa harus terbebani oleh permasalahan harga, Jelas Nur Hodin.
Dalam menghadapi kritik dan keberatan dari beberapa wali murid terkait harga seragam ini, Nur Hodin berharap agar orang tua dan wali murid dapat memahami kondisi dan niat baik dari pihak sekolah. Program subsidi silang yang diterapkan akan memastikan semua siswa tetap dapat memiliki seragam dengan harga yang lebih terjangkau.
Sementara itu, beberapa wali murid menyambut baik penjelasan dari Kepala SMAN 1 Kedungwaru tersebut, namun ada juga yang mengungkapkan keinginan agar pihak sekolah terus berupaya mencari solusi terbaik guna mengatasi masalah harga seragam yang dihadapi banyak orang tua.
Keberatan atas harga seragam di SMAN 1 Kedungwaru menjadi perhatian bersama bagi seluruh stakeholder pendidikan di wilayah Tulungagung. Harapannya, dengan dialog terbuka dan komunikasi yang baik, pihak sekolah dan wali murid dapat mencari solusi yang adil dan memuaskan untuk semua pihak terkait masalah ini.
Jurnalis: Hary/Sony






